Embrio Program Magister ini dimulai pada 1984, dengan nama Kursus Lanjutan. Pada mulanya program ini merupakan program penyesuaian bagi para petugas pastoral yang mengikuti pendidikan Ilmu Teologi pada jenjang Sarjana Muda (BA) dan hendak memperoleh gelar Sarjana Strata 1. Gelar yang saat itu digunakan ialah doktorandus (Drs).
Selanjutnya program Kursus Lanjutan ini dikembangkan menjadi Program Pasca Sarjana Ilmu Teologi yang lulusannya secara internal Gerejawi diakui setara S-2. Peserta Program Pasca Sarjana ini adalah tamatan Program Sarjana Program Studi Ilmu Teologi dan telah menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP). Dengan terselenggaranya program ini, para Sarjana Ilmu Teologi yang terpanggil menjadi imam tidak perlu lagi melanjutkan studi pada program yang sama di tempat lain, seperti di STF Seminari Pineleng Manado atau Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan Yogyakarta atau Fakultas Filsafat Universitas Parahyangan Bandung. Lulusan program ini diakui oleh Gereja-Gereja Katolik se-Papua, dan mereka yang telah menyelesaikan pendidikan imamat secara lengkap dapat ditahbiskan menjadi imam. Imam pertama yang secara lengkap merampungkan studi di STFT Fajar Timur adalah Rm. John Philips Saklil, PR (almarhum), yang kemudian diangkat menjadi uskup pertama Keuskupan Timika.
Kurikulum Program Magister sejak 1984 sampai sekarang telah mengalami beberapa kali revisi, yakni pada 1989-1990, 1999-2000, 2005-2006 dan 2010. Revisi selalu diselenggarakan melalui lokakarya oleh panitia yang dibentuk pimpinan STFT Fajar Timur dengan melibat semua anggota Senat Dosen.
Pada kurikulum Program Magister 2010, terdapat beberapa perubahan mendasar. Seluruh orientasi kurikulum yang sebelumnya diarahkan kepada Pendidikan Pastoral bagi calon imam maupun awam berganti arah kepada calon imam, yakni program pastoral-imamat. Akibatnya, sejumlah mata kuliah dari kurikulum lama ditiadakan dan diganti dengan beberapa matakuliah baru untuk memenuhi tuntutan dokumen studia requisita pendidikan calon imam.
Kelengkapan proses studi imamat ini juga dilengkapi dengan dua ujian berikut:
- Ujian Komprehensif Ilmu Teologi yang berupa uraian pertanggungjawaban mahasiswa atas tesis-tesis teologi.
- Ujian Ad-Audiendas yang berupa pertanggungjawaban mahasiswa atas penyelesaian kasus-kasus pastoral, hokum gereja, dan kamar pengakuan. Angkatan pertama yang mengikuti ujian tersebut adalah mereka yang merampungkan kuliah pada Tahun Akademik 2010-2011.
Pada 2019, STFT Fajar Timur mengajukan proposal untuk mendaftarkan Program Magister Teologi Pastoral ke Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Upaya ini dilakukan agar ijazah para lulusan Program Magister diakui oleh negara dan masyarakat luas. Namun, pihak Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengarahkan agar Program Magister Teologi Pastoral ini didaftarkan ke Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Katolik, Kementrian Agama Republik Indonesia. Kementerian Agama kemudian memberi izin operasional program studi ini melalui Surat Keputusan tertanggal 30 Agustus 2022 dengan nomor KMA 893/2022.
Kurikulum Program Magister sejak 1984 sampai sekarang telah mengalami lima kali perbaikan, yakni pada 1989-1990, 1999-2000, 2005-2006, dan 2010-2011. Pada 2018 dibentuk Panitia Revisi Kurikulum Magister, yang menyelesaikan pekerjaannya melalui sebuah lokakarya, dan kurikulum baru itu mulai diterapkan pada Tahun Akademik 2018-2019.
PAHAM DASAR
Program studi dan pembinaan di STFT Fajar Timur merupakan suatu program utuh yang mencakup kurang lebih tujuh (7) tahun. Proses studi tersebut terbagi menjadi tiga fase pendidikan yakni:
- Tahap pertama merupakan program pendidikan das Program ini berupa Program Sarjana Ilmu Teologi. Jenjang pendidikan sarjana ini dapat ditempuh dalam delapan semester (144-160sks). Melalui jenjang ini menguasai dasar-dasar ilmu kemanusiaan (Filsafat, Antropologi, Sosiologi, Psikologi) dan ilmu-ilmu ketuhanan (Kitab Suci, Teologi), memiliki keterampilan untuk bekerja dalam pelayanan gerejawi tertentu dan melakukan pembinaan sesuai dengan perkembangan kepribadiannya.
- Tahap kedua adalah Tahun Orientasi Pastoral (TOP) yang mencakup studi dan pembinaan selama delapan sampai dua belas bul Lulusan program sarjana diharapkan menempuh program TOP ini demi mengalami karya pastoral di lapangan, merefleksikannya serta melatih diri melalui pengalaman menjalankan beberapa tugas dan melaksanakan beberapa rencana pastoral tertentu. Kalau sponsor menghendakinya, para lulusan TOP, sudah dapat dipekerjakan sebagai tenaga tetap dalam tugas pastoral di keuskupan masing-masing.
- Tahap ketiga ialah Program Magister Teologi Pastoral. Tahap ini merupakan kelanjutan studi dan pembinaan pada jenjang sarjana Program Studi Ilmu Teologi. Fokus studi pada jenjang magister ialah melengkapi studi dalam bidang Ilmu Teologi, khususnya Teologi Pastoral, meningkatkan keterampilan pastoral dan kepemimpinan dalam Gereja dan masyarakat. Keseluruhan proses studi tersebut senantiasa terintegrasi dengan pembinaan kepribadian dalam hal jabatan, serta status dan peran seorang imam dalam Gereja.
KOMPETENSI
- Kognitif:
- Mampu memperdalam ilmu teologi sistematik dan pastoral.
- Mampu melakukan refleksi teologis yang metodis, kritis dan berdaya cipta secara bertanggung jawab dalam konteks hidup menggereja dan memasyarakat.
- Konatif:
- Trampil dalam rancang-bangun pelayanan pastoral yang sesuai dengan kondisi actual gereja dan masyarak
- Trampil dalam melakukan pelayanan pastoral sebagai imam.
- Trampil melakukan pertimbangan iman, moral dan yuridis dalam pelay
- Afektif:
- Memiliki persekutuan yang mendalam dengan pribadi Yesus Kritus.
- Memiliki spiritualitas, integritas dan komitmen yang kuat dalam perutusannya sebagai pelayan pastoral dalam Gereja dan masyarakat.
SIFAT PROGRAM STUDI
Program Magister Kegerejaan konsentrasi bidang Teologi Pastoral berkesinambungan dengan Program Sarjana Ilmu Teologi di STFT Fajar Timur. Bagi calon peserta yang bukan dari STFT Fajar Timur, calon peserta perlu mengikuti colloquium dengan panitia khusus mengenai sejumlah pokok pendidikan dasar teologi dan/atau antropologi. Jika dinilai belum memadai, ia dapat mengambil sejumlah matakuliah program teologi yang dibutuhkannya pada jenjang S-1.
Program Magister menuntut bahwa peserta telah lulus dari Program Sarjana Ilmu Teologi dengan IPK 2,75 dan sudah memiliki pengalaman menjalankan pekerjaan pastoral, entah melalui TOP STFT ataupun melalui pengalaman pekerjaan kegerejaan lainnya. Peserta Program Magister memiliki motivasi tinggi melanjutkan studi teologi-pastoral, berperan serta aktif dan mandiri di dalam usaha belajar-mengajar. Pengalaman pastoral diandaikan sebagai bahan yang dapat digarap oleh para peserta secara lebih mendalam. Demi mengembangkan profesionalisasi dalam kejuruan pastoral maka para peserta juga diharapkan berkemampuan merefleksikan secara kritis pengalaman, khususnya pengalaman pastoral di Papua yang sudah tertempuh, baik oleh mereka sendiri maupun oleh rekan sekerja. Akhirnya, diharapkan pula bahwa para bakal peserta terbukti mempunyai kesanggupan dasar dan mampu berkembang dalam daya dan keterampilan kepemimpinan.
Program Magister mendidik para peserta untuk berkecimpung dalam kegiatan dan kejuruan profesi pastoral, secara khusus di medan Papua. Beberapa peserta program Magister STFT juga dididik secara lebih intensif pada jenjang yang setara dengan S-2 yang bertujuan meningkatkan faham ilmiah akan teologi pastoral, serta menguasai keterampilan dan kejuruan umum yang diharapkan dari para peserta.
DAFTAR MATA KULIAH
| Kode Mata Kuliah | Nama Mata Kuliah/Blok | Bobot sks | Dosen Pengampu |
| 1201 | Metodologi penelitian | 2 | Dr. Berry Renwarin |
| 2101 | Proyek Inkulturasi | 4 (2-2) | Dr. Albertus Heriyanto |
| 3201 | Praktek Misa Kayu dan Sakramen | 2 (0-2) | Dr. Yanuarius You |
| 1101 | Teologi jabatan | 2 | Dr. Bernard Baru |
| 2201 | Spiritualitas Imamat | 2 | Dr. Konstantinus Bahang |
| 1102 | Pneumatologi | 2 | Dr. Konstantinus Bahang |
| 1203 | De Clericis | 2 | Dr. Cyrelus
Suparman Andi |
| Subtotal | 16 | ||
| Kode Mata Kuliah | Nama Mata Kuliah/Blok | Bobot sks | Dosen Pengampu |
| 1204 | Metodologi Penelitian Pastoral | 2 | Dr. Berry Renwarin |
| 2102 | Proyek Umat Basis | 4(2-2) | Dr.Konstantinus Bahang |
| 2108 | Manajemen Pastoral | 2 | Drs. Abdon Bisei, M.Hum |
| 1104 | Eskatologi | 2 | Dr. Aloysius Rusmadji, M.Th |
| 1105 | Hukum gereja Perkawinan | 2 | Martin Selitubun, M.Hum, Lic.Iur.Can |
| 2202 | Perkembangan Kerohanian dewasa | 2 | Theodorius Amelwatin, S.S, M.A |
| 1205 | Bio-Etika | 2 | Dr. Cyrelus Andi Suparman |
| Subtotal | 16 | ||
| Kode Mata Kuliah | Nama Mata Kuliah/Blok | Bobot sks | Dosen Pengampu |
| 2103 | Proyek Perubahan Sosial/Kontekstualisasi | 4(2-2) | Dr. Maria Mareta Nini Keray
Dr. Berry Rahawarin |
| 2104 | Penyuluhan Pastoral | 2(0-2) | Dr. Bernard Baru |
| 2107 | Etika Pastoral | 2 | Dr. Cyrelus Suparman Andi |
| 1108 | Mariologi | 2 | Dr. Yanuarius You |
| 2105 | Ekumene dan Gerakan Pentekostal | 2 | Dr. Bernardus Baru |
| 2106 | Gerakan Islam Modern | 2 | Dr. Albertus Heriyanto |
| 1202 | Ajaran Sosial Gereja (ASG) | 2 | Dr. Maria Mareta Nini Keray |
| 1301 | Seminar Proposal Tesis | 2 | Tim |
| Subtotal | 18 | ||
| Kode Mata Kuliah | Nama Mata Kuliah/Blok | Bobot sks | Dosen Pengampu |
| 1107 | Soteriologi | 2 | Dr. Bernard Baru |
| 2110 | Antropologi agama | 2 | Dr. Albertus Heriyanto |
| 2109 | Pastoral Kitab suci | 2 | David Dapi, Lic.Theol.Biblic |
| 1302 | Tesis | 6 | TIM |
| Subtotal | 12 | ||
| Total Keseluruhan Kredit | 64 | ||
